titik umum:
Teknologi motor servo AC didasarkan pada penerapan teknologi konverter frekuensi, yang meniru metode kontrol motor DC dengan metode PWM berdasarkan kontrol servo motor DC. Oleh karena itu, motor servo AC harus memiliki langkah konversi frekuensi: konversi frekuensi adalah untuk memperbaiki daya AC 50 atau 60Hz menjadi daya DC terlebih dahulu, dan kemudian mengubahnya menjadi bentuk gelombang yang dapat disesuaikan frekuensi yang mirip dengan sinus dan cosinus oleh berbagai thyristor gerbang yang dapat dikontrol (IGBT, IGCT) melalui frekuensi pembawa dan modulasi PWM. Karena frekuensi dapat disesuaikan, kecepatan motor AC dapat disesuaikan (n=60f/p, n adalah kecepatan, f adalah frekuensi, dan p adalah jumlah kutub). Sebagai produsen motor servo profesional, Weichida berkomitmen untuk menyediakan motor servo AC berkualitas tinggi dengan kinerja dan stabilitas yang sangat baik untuk memenuhi berbagai kebutuhan industri.
Poin berbeda:
Drive servo dan konverter frekuensi adalah dua jenis sistem kontrol yang melayani tujuan unik di sektor industri. Sementara konverter frekuensi umumnya digunakan dalam kontrol transmisi daya, drive servo digunakan dalam aplikasi kontrol gerak yang menuntut presisi dan performa tinggi.
Salah satu perbedaan utama antara keduanya adalah kapasitas kelebihannya. Penggerak servo biasanya memiliki kapasitas beban berlebih tiga kali lipat, yang memungkinkannya mengatasi torsi inersia beban saat dinyalakan. Sebaliknya, konverter frekuensi biasanya hanya mengizinkan kelebihan beban 15-kali lipat.
Perbedaan utama lainnya adalah presisi kontrol. Sistem servo memberikan presisi kontrol yang jauh lebih tinggi daripada konverter frekuensi. Ketepatan kontrol motor servo biasanya dipastikan oleh rotary encoder di ujung poros motor. Beberapa sistem servo memiliki presisi kontrol sehalus 1:1000.
Skenario penggunaan untuk kedua sistem juga sangat berbeda. Konverter frekuensi paling sesuai untuk aplikasi yang memerlukan solusi berbiaya rendah tanpa menuntut persyaratan kinerja. Drive servo, di sisi lain, dirancang untuk memenuhi aplikasi yang memerlukan presisi tinggi, performa tinggi, dan responsivitas tinggi.
Untuk motor servo domestik, kinerja akselerasi dan deselerasi bervariasi tergantung pada beban dan inersia. Dalam kondisi tanpa beban, motor servo biasanya memerlukan waktu kurang dari 20ms untuk berakselerasi dari keadaan statis ke 2000r/min. Umumnya, waktu akselerasi motor lebih lama ketika inersia poros motor lebih besar.
Singkatnya, penggerak servo dan konverter frekuensi memiliki kemampuan dan karakteristik kinerja yang berbeda. Penggerak servo paling cocok untuk aplikasi kontrol gerak yang memerlukan presisi dan performa tinggi, sedangkan konverter frekuensi paling cocok untuk aplikasi kontrol transmisi daya yang memprioritaskan biaya rendah. Memiliki pemahaman yang jelas tentang perbedaan ini dapat membantu pengguna memilih sistem yang tepat untuk kebutuhan khusus mereka.


